Kamis, 19 November 2015

Apa Itu Tes Psikologi Online ?


Tes
Kata tes berasal dari bahasa latin, testum yang artinya alat untuk mengukur tanah. Dalam bahasa prancis kuno, kata tes artinya ukuran yang digunakan untuk membedakan emas dan perak dari logam-logam lainnya.tapi lama kelamaan arti tes menjadi lebih umum.

Tes Psiokologi
Tes Psikologi atau psikotes adalah tes yang bertujuan untuk mengukur fungsi kognitif dan emosi seseorang. Psikotes dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan baik medis (untuk keperluan terapi, dll) maupun non-medis. Adapun di bidang non medis, psikotes ini menjadi sebuah tes yang lazim dipakai dalam seleksi penerimaan karyawan baru maupun tes kenaikan jabatan karyawan perusahaan.

Tes Psikologi Online
Tes Psikologi online adalah tes psikologi yang menggunakan media berupa internet. Tes psikologi online biasanya digunakan untuk menghemat waktu, biaya, dan energy. Tes psikologi online mempunyai fungsi sebagai berikut.

1.      Fungsi seleksi
Tes Psikologi online berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan melalui media online atau lewat interner. misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasil-hasil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak calon-calon lainnya tanpa harus bertemu secara langsung.

2.      Fungsi Klasifikasi
Menggunakan hasil dari tes psiokologi online, individu-individu dapat di golongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan hasil dari tes psikologi online.

3.      Fungsi Deskripsi
Melalui tes psikologi online, dapat di jabarkan profil dari si pemngguna tes, missal kepribadian, minat, bakat, kemampuan dan sebagainya.


Beberapa link psikotes online
-          www.psikometrika.com
-          www.quickiqtes.net/indonesian
-          http://psikotest.miarana.com




Dampak Tes Psikologi Online

1.      Dampak Positif
            Menghemat waktu, lebih cepat, fleksibel, efisien karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan internet. Hasil tesnya dapat langsung diketahui tanpa menunggu waktu yang cukup lama, dapat berlatih dulu secara klasikal dan bisa dilakukan berulang kali secara instan sebelum mengikuti tes sesungguhnya seperti seleksi pekerjaan pada perusahaan-perusahaan.

2.      Dampak Negatif
            Dampak negatif dari tes psikologi online adalah hasil dari tes psikologi online tidak begitu akurat di bandingkan tes psikologi manual atau tes psikologi tidak online, dan dapat juga menimbulkan penipuan pada tes psikologi online.



Sumber :
            Prabowo, H., Riyanti, B. P. D. (1998). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum . Jakarta :
                        Universitas Gunadarma
            http://www.tespsikologi.com

Senin, 02 November 2015

Komunitas Internet


o   Komunitas Online
Meme Comic Indonesia (MCI)
Fans page meme comic terbesar se-Indonesia

o   Produk
Buku, marcendise, sponsorship.

o   About
Komunitas meme terbesar di Indonesia yang penuh dengan hiburan.
-          www.mci_shop
-          twitter : @idmci
-          mng by : pensilmedia.com
-          www.memecomic.id/

o   Mission
Entertain and inspire cravity though fun.

o   Description
Istilah meme pertama kali dikenalkan oleh Dawkins melalui bukunya The Selfish Gene pada tahun 1976. Whyne (seorang user DeviantART) adalah yang pertama kali menemukan meme, yang sebenarnya dalam post-nya, ia ingin menggambarkan karakter yang bernama ‘Rape Rodent’. Kini, Ekspresi tersebut sering digunakan untuk post-post dalam rage comics untuk mengekspresikan kejahilan. Tujuan awalnya adalah untuk belajar bahasa inggris, namun lama-lama terkenal sebagai jokes dan tersebar keseluruh Negara di dunia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, pada tahun 2012, dibuat sebuah fanspage di facebook bernama Meme Comic Indonesia oleh Mr. “P” yang kini terkenal dengan Admin P. Setelah peristiwa peretasan di malam valentine 2014, para Admin menyerahkan manajemen dan pengembangan komunitas Meme Comic Indonesia kepada Pensil Media, sebuah agensi  periklanan yang berlokasi di Jakarta. Kemudian pada akhir 2014, Meme Comic Indonesia bekerja sama dengan penerbit Loveables dan penulis Widya Arifianti menngeluarkan buku berjudul “If You Know What Happen in MCI”. Saat ini member dari MCI telah berjumlah lebih dari 1,7 juta member.

sumber : 
wikipedia.co.id
memecomic.id

Kamis, 22 Oktober 2015

Resume Jurnal


Saya akan mencoba untuk meringkas sebuah jurnal yang dipilih oleh kelompok saya untuk keperluan tugas.
Jurnal ini berjudul : Subjective Well Being Mahasiswa yang Menggunakan Internet Secara Berlebihan.
Ditulis oleh Novrita Ade Putri dari Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

                Jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet di Indonesia, pada tahun 2005 terdapat 1,2 juta pengguna. 2006 meningkat hamper mencapai 2,4 juta. Dan pada 2011 Indonesia menempati urutan ke-8 di dunia pengguna internet terbanyak dengan 39 juta pengguna.Internet memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah Internet Addiction, yaitu ketidak mampuan individu untuk mengontrol penggunaan internetnya yang dapat mengganggu kehidupan individu tersebut. Individu dapat menggunakan internet lebih dari 20 jam perminggu. Terdapat 2 faktor penyebab Internet Addiction. Faktor eksternal yang meliputi lingkungan keluarga, sosial, dan budaya, dan faktor internal yang meliputi kepribadian, control diri, minat, motif, pengetahuan, dan usia. Hasil survey awal secara online pada mahasiswa semester 4 hingga 7 mengenai lamanya penggunaan internet per harinya menunjukan hasil sebagai berikut:

Semester
1-2 jam
3-4 jam
5-6 jam
> 6 jam
4
50%
37,5%
12,5%
0%
5
29,41%
41,18%
23,53%
5,88%
6
23,53%
52,94%
17,65%
5,88%
7
5,88%
5,88%
64,7%
23,53%

Hasil survey awal juga menunjukan dampak positif dan negatif penggunaan internet sebagai berikut:

Dampak Positif
Prosentase
Dampak Negatif

Untuk hiburan dan mengurrangi kesepian
3%
Mudah mengakses situs porno
1%
Bisnis
4%
Menjadi boros
4%
Memudahkan tugas kuliah atau pekerjaan
10%
Berdampak pada fisik (mata lelah, pusing, sering ngantuk, dan lain-lain)
7%
Memudahkan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi
30%
Menjadi addict
17%
Memudahkan dalam mencari informasi
52%
Acuh terhadap lingkungan
26%


Menjadi lupa waktu sehingga tugas kuliah tidak dikerjakan
44%

Menurut Young (2005) dampak internet addiction adalah kehilangan pekerjaan atau kesempatan dalam meraih karir atau pendidikan yang lebih baik, kehilangan kesempatan berelasi dengan lingkungan, hubungan tak baik dengan keluarga, dan menggunakan internet sebagai pelarian dari masalah. Apabila dikaitkan dengan dampak tersebut, individu penderita internet addiction cenderung seringkali menunjukan emosi negative seperti cemas, sedih, depresi dan lain-lain. Hasil penelitian Kraut et al (1998) menunjukan bahwa individu yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan internet merupakan individu yang seringkali merasakan depresi dan kesepian. Hasil penelitian Ceyhan dan Gurcan (2008) menunjukan bahwa yang paling banyak mengalami internet addiction adalah individu dewasa dan dampak penggunaan internet tersebut berdampak pada psychological well being. Kandell (1998) menyebutkan bahwa jika dibandingkan dengan kelompok usia lain, internet addiction adalah masalah terbesar bagi mahasiswa. Salah satu faktor yang dapat menjelaskan mahasiswa menggunakan internet secara berlebihan adalah dinamika psikologis dan perkembangan mahasiswa itu sendiri yang sedang berada pada masa emerging adulthood. Ketika individu berada pada masa ini, individu berada pada kondisi yang tidak stabil karena banyak mengadopsi pengalaman dan pengetahuan dari lingkungannya, misalnya dalam penggunaan internet yang hamper dilakukan oleh semua orang.

Metode Penelitian

                Fokus penelitian ini adalah subjective well being mahasiswa yang menggunakan internet secara berlebihan. Subjective well being mahasiswa yang menggunakan internet secara berlebihandalam penelitian ini adalah bagaimana mahasiswa akan mengevaluasi kehidupannya, baik secara kognitif maupun afektif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 7  Fakultas Psikologi Universitas Surabaya berusia 18-25 tahun, berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, pengguna internet berlebihan dengan lama penggunann internet minimal 3 jam perhari, dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen pengambilan data dalam penelitian ini adalah angket. Angket terbuka untuk mengetahui demografis subjek dan informasi lainnya, angket tertutup yang digunakan adalah Satisfaction with Life Scale dari Diener et al (1985), Positive and Negative Affect Scale dari Watson et al (1988), dan General Problematic Internet Use Scale dari Caplan (2002). Data yang diperoleh diolah menggunakan visual binning pada program SPPS for Windows Version 16. Kategori yang ditentukan peneliti berada pada rentang 1 hingga 3, dimana 1 untuk kategroi rendah, 2 untuk kategori sedang, dan 3 untuk kategori tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan teknik analisis cluster, yakni teknik analisis data yang mengelompokan objek ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki karasteristik yang sama (Hair et al, 1998).

Hasil dan Pembahasan

                Berdasarkan hasil analisis cluster, diperoleh empat kelompok yang memiliki karesteristik yang sama pada tiap kelompoknya, yakni :
  • Kelompok Well Being Sangat Tinggi
  • Kelompok Well Being Tinggi
  • Kelompok Well Being Sedang
  • Kelompok Well Being Rendah

Sebagian besar dari seluruh kelompok di atas menggunakan internet untuk mempermudah mencari informasi terkait tugas kuliah. Mereka juga menganggap bahwa pengunaan internetnya selama ini sesuai dengankebutuhannya,yaitu sebagai media komunikasi, sarana jual beli, dan lain-lain. Subjek pada seluruh kelompok tidak ada yang menunjukan keseriusan atau keparahan pada simptom-simptom problematic internet use, hal ini dibuktikan pada seluruh simptom, seluruh kelompok berada pada kategori sedang dan rendah. Motif dari penggunaan internet terkait dengan tuntunan akademis, level of problematic internet use seluruh kelompok yang tergolong sedang, dan negative outcomes seluruh kelompok yang tergolong rendah ini dapat menjelaskan bahwa pada seluruh kelompok tidak menunjukan negative outcomes yang terkait dengan kognisi, khususnya subjective well being. Untuk menjelaskan subjective well being pada masing-masing kelompok, dapat dilihat dengan mengacu pada komponen dari subjective well being yaitu life satisfaction, presence of frequent positive affect, dan relative absence of negative affect. Dibandingkan dengan kelompok lainnya,  life satisfaction pada kelompok Well Being Sangat Tinggi tergolong paling tinggi. Sama seperti kelompok Well Being Sangat Tinggi, kelompok Well Being Tinggi jugamenunjukan life satisfaction yang tergolong tinggi. Pada kelompok Well Being Sedang, life satisfaction subjek tergolong sedang. Life satisfaction pada kelompok Well Being Rendah juga tergolong sedang, namun perbedaannya dengan kelompok lainnya, kelompok ini lebih sering merasakan emosi negatif daripada emosi positif, hal ini dapat dilihat dari negative affect yang tinggi dan positive affect yang tergolong sedang.

Kesimpulan

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa subjective well being tidak berkaitan dengan problematic internet use. Kelompok Well Being Sangat Tinggi menunjukan positive affect yang tinggi dan negative affect yang sedang. Kelompok Well Being Tinggi juga menunjukan positive affect yang tinggi, negative affect yang sedang, dan life satisfaction yang tinggi pula, hanya saja skor life satisfaction nya lebih rendah dari kelompok Well Being Sangat Tinggi. Kelompok Well Being Sedang positive affect yang tinggi, negative affect yang sedang, dan life satisfaction yang sedang. Kelompok Well Being Rendah memiliki positive affect yang sedang, negative affect yang tinggi, dan life satisfaction yang sedang.

Pendapat saya :

Kekurangan

Kekurangan jurnal ini adalah dari segi bahas yang terkesan terbelit-belit, tidak efektif. Dan juga penyajian table yang kurang rapi, sehingga menyulitkan dalam membaca dan memahami isi table tersebut.

Kelebihan

Kelebihan paper ini adalah data yang ditampilkan sangat rinci.


Jika saya akan melakukan penelitian yang sama, saya akan lebih menjuruskan subjek penelitian saya dengan menambahkan gender(jenis kelamin) khusus. Misal, hanya laki-laki saja, atau hanya perempuan saja. Atau saya akan mengganti subjek penelitian menjadi karyawan kantor di sebuah daerah yang berusia antara 23-27 tahun yang kerjanya membutuhkan internet dan di kantornya tidak ada pembatasan atas situs-situs yang boleh dikunjungi.

Selasa, 29 September 2015

Layanan Internet yang Paling Sering Digunakan dan Dampak Positif dan Negatif Internet

Layanan Internet yang paling sering digunakan

Mobile

- BBM
Karena mudah digunakan dan hampir semua teman saya meiliki BBM

- LINE
Karena sebagian besar informasi perkuliahan disampaikan dalam grup yang berada di LINE

- UC Browser
Karena mudah digunakan dan sangat cepat.

- Kaskus
Karena banyak sekali info menarik dalam forum ini.

- Google
Karena sangat mudah mencari sesuatu menggunakan google

PC

- Google Chrome
Karena mudah digunakan dan terhitung cepat.

- Facebook
Saya gunakan untuk mengetahui kabar terbaru tentang teman-teman saya, karena kebanyakan dari mereka sering mengupdate di facebook

- Youtube
Karena banyak sekali hiburan di dalamnya, mulai dari video lucu hingga clip musik berada di sini.



Pengaruh positif dan negatif  internet

Pengaruh positif dari internet itu banyak sekali, beberapa yang saya rasakan adalah saya jadi lebih mudah mendapat informasi yang saya butuhkan. Lebih mudah dalam mengerjakan tugas kuliah, selain itu saya dapat berhubungan dengan teman lama yang kontaknya sudah tidak ada.

Pengaruh negatif internet juga tak kalah banyak dengan pengaruh positifnya, misalnya jadi lupa waktu, atau membuat seseorang menjadi asik dengan dirinya sendiri, kurang bersosialisasi, bahkan hingga pornografi. Salah satu dampak negatif yang pernah saya rasakan adalah saya pernah kecanduan menonton anime, hingga 12 jam per hari saat saya libur.

Pertama Kali Menggunakan Internet

Kelas 6 SD adalah saat pertama kali saya mengenal internet. Saat itu ayah saya adalah satu-satunya orang yang memiliki handphone dalam keluarga saya. Saya sering sekali meminjam handphone ayah saya untuk bermain game. Tapi lama-kelamaan saya merasa bosan, karena game yang saya mainkan hanya yang itu-itu saja. Suatu hari teman sekelas saya memberi informasi bahwa game untuk handphine dapat didownload di internet, yakni situs www.gratisindo.com. Sepulang sekolah saya mulai mempertimbangkan info dari teman saya. Daripada membeli game di counter lebih baik mendownloadnya. Keesokan harinya saya belajar menggunakan internet di handphone. Lalu malamnya saya langsung mempraktekannya. Banyak sekali game yang saya download karena penasaran. Lalu keesokan harinya saya dimarahi oleh orang tua saya karena ternyata mendownload di handphone itu memakan pulsa.

Senin, 04 Mei 2015

Kreativitas dan Keberbakatan


A. KEBERBAKATAN DAN KREATIVITAS
1. Jelaskan pengertian keberbakatan!
2. Jelaskan pengertian kreativitas!
3. Jelaskan hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas!

1. Keberbakatan adalah kemampuan intelektual (kecerdasan) alami yang meliputi seni, matematika, elektronika, olahraga, sastra, serta berbagai bidang lainnya yang tingkat kemampuannya jauh diatas rata-rata individu usianya.
2. Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru (inovasi) dan belum pernah ada sebelumnya, biasanya berupa objek, konsep atau teori, serta suatu bentuk atau susunan yang baru.
3. Hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas merupakan suatu yang erat kaitannya. Tentunya, keberbakatan dan kreativitas memiliki keluwesan (fleksibel) dan kelancaran dalam menciptakan suatu inovasi yang baru. Keberbakatan mencakup lebih dari satu bidang dengan tingkat kecerdasan yang tinggi sehingga keberbakatan dapat dengan mudah memunculkan kreativitas dalam menciptakan sebuah inovasi.

B. PEMBELAJARAN ANAK BERBAKAT
1. Sebutkan dan jelaskan cirri-ciri anak berbakat!
2. Jelaskan penerapan pembelajaran anak berbakat menurut teori Barbed an Renzulli!
3. Jelaskan mengenai kegunaan kurikulum berdiferesiensi, dan apa perbedaannya dengan kurikulum umum!

1. Adapun cirri-ciri anak berbakat sebagai berikut:
• Memiliki cirri khas yang berbeda dengan anak seusianya. Hal ini biasanya dapat terlihat saat anak  sedang bermain dengan teman seusianya. Si anak akan menunjukkan sifat berbeda dengan anak lain.
• Memiliki cara belajar berbeda. Anak seperti ini biasanya gemar mengeksplor berbagai hal di sekitarnya.
• Gaya bahasa lebih dewasa. Anak lebih cepat menyerap bahasa dari orang dewasa dengan menirukannya.
• Memiliki kosakata yang banyak. Anak memiliki kemampuan menyerap bahasa lebih cepat.
• Memiliki keterampilan lebih. Anak memiliki kemampuan dalam kehidupan sehari-hari yang lebih baik dari anak lain.
• Gemar mengoleksi benda-benda. Anak biasanya suka mengoleksi benda-benda kesukaannya dan merawatnya dengan baik.
• Gemar membaca. Anak gemar membaca akan mampu membedakan tulisan/gambar yang terbalik .
• Memiliki kemampuan logika. Anak dapat dengan mudah membandingkan 2 hal berbeda dan mengukur sesuatu.
• Memiliki daya ingat yang baik. Anak memiliki memori yang kuat sehingga dapat mengingat kejadian yang lama terjadi.
• Rasa ingin tahu tinggi. Anak cenderung lebih sering bertanya tentang hal-hal yang belum diketahuinya.
• Pandai bersosialisasi. Biasanya anak lebih tertarik bergaul dengan anak di atas usianya karena merasa tidak nyaman saat bermain dengan anak seusianya.
• Memiliki energi yang kuat. Anak selalu bersemangat dalam melakukan kegiatan.
2. Penerapan pembelajaran anak berbakat menurut Barbed an Renzulli
• High Potential Ability (Kecerdasan Tinggi)
Standar yang ditetapkan untuk anak berbakat adalah 140. Jika lebih dari 140 makah disebut gifted child.
Keberbakatan ringan (IQ 115-129)
Keberbakatan sedang (IQ 130-144)
Keberbakatan tinggi (IQ 145 ke atas)
• Task Commitment
Merupakan sejauh mana tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Task commitement hanya bisa diukur melalui test tertentu oleh psikolog. Mencakup tanggung jawab, motivasi, keuletan, kepercayaan diri, dan memiliki tujuan yang jelas.
• Kreativitas bisa diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru atau kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang sudah ada. Anak berbakat adalah anak yang memiliki kemampuan untuk menggabungkan dan mengembangkan segala yang sudah ada dan mengaplikasikan dalam tindakan yang bernilai.
• Anak yang memiliki bakat istimewa seringkali memiliki tahap perkembangan yang tidak serentak. Mereka dapat hidup dalam berbagai usia perkembangan.
• Perlu dipahami bahwa anak berbakat umumnya tidak hanya belajar lebih cepat, tetapi juga sering menggunakan cara berbeda dari teman seusianya.
3. Tujuan kurikulum terdiferensiasi adalah :
-     Materi (konten) yang di percepat atau yang lebih maju
- Pemahaman yang lebih majemuk dari generalisasi , asas, teori, dan struktur dari bidang materi
- Bekerja dengan konsepdan proses pemikiran yang abstrak
- Tingkat dan jenis sumber yang di guakan untuk memperoleh informasi dan keterampilan
- Waktu belajar untuk tugas rutin dapat di percepat, dan waktu untuk mendalamisuatu topik atau bidang dapat lebih lama
- Mencipta informasi dan/atau produk baru
- Memindahkan pembelajaran ke bidang bidang lain yang lebih menantang
- Pengembangan diri pertumbuhan pribadi dalam sikap, perasaan, dan apresiasi.
- Kemandirian dalam berfikir dan belajar.
Perbedaan kurikulum berdeferensiasi dengan kurikulum umum adalah kurikulum umum biasanya mencakup seluruh aspek serta metode pembelajaran yang tidak mengkhususkan pada suatu aspek atau metode pembelajaran, sedangkan kurikulum berdeferensiasi biasanya mengkhususkan pada suatu aspek atau metode pembelajaran tertentu sehingga hasil belajarnya biasanya lebih terlatih secara khusus dalam waktu yang singkat

Rabu, 11 Maret 2015

Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan 2

Pribadi

Menurut saya, keluarga, dan teman-teman dekat saya, kreativitas yang saya miliki berada dalam bidang seni dan bahasa, khusunya musik dan sastra. Memang jika dibandingkan dengan kreativitas lain, kreativitas tersebut agak ganjil dan kurang bermanfaat. Namun jika kita bisa mengeksploitasi diri kita lebih dalam, menggabungkannya dengan bakat dan kesempatan, bukan tak mungkin kreativitas dalam bidang apapun akan menjadi sangat berguna, termasuk dalam bidang seni dan bahasa.


Pendorong

Dulu ketika saya masih duduk di sekolah dasar, pernah suatu ketika saya meninggalkan mainan saya, membantingnya dan melupakannya karena ada mainan baru. Lalu suatu ketika ada suatu pertanyaan yang masuk ke dalam kepala saya. "Apakah mereka sama seperti ku? Dapatkah para mainan itu merasa sedih, senang, sakit dan lain-lain?". Sejak saat itu saya mulai memperhatikan mainan-mainan saya, yang berdebu, yang sudah tak punya tangan. Saya merasa, mereka pun pasti memiliki perasaan seperti saya. Sedih bila dibuang, senang bila digunakan dan lain-lain. Hanya saja mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Tidak seperti saya, kamu, dan semua manusia yang hidup di bumi. Sejak saat itulah saya mulai mendalami hal-hal yang berbau dengan perasaan. Saya kemudian mencarai suatu hal yang dapat dijadikan alat ekspresi diri, mengungkapkan apa yang kita rasakan. Lalu saya mengerti bahwa dalam seni dan bahasa bisa membantu kita mengekspresikan diri kita. Selain itu, yang semakin membuat kreativitas saya muncul adalah setelah saya mengetahui Grup band Queen dan Penyair ternama Chaerul Anwar. Setelah saya mengenal mereka, saya jadi terkagum-kagum pada mereka. Bagaimana mereka dapat menyampaikan perasaan mereka menggunakan kreativitas yang dipadukan dengan keindahan.


Proses

Pada awalnya, saya mencoba mencari lagu-lagu yang menurut saya enak didengar, puisi-puisi, cerpen, dan lain-lain. Setelah itu saya mencoba merasakan perasaan apa yang terkandung di dalamnya. Kemudian resapi. Hingga suatu saat muncul perasaan yang "pas", barulah saya tuangkan semua yang saya rasakan dalam tulisan kemudian merangkainya dengan kreativitas.


Produk

Hasil dari kreativitas saya tentu saja beberapa lagu, puisi, cerpen, dan cerbung. Ya meskipun hanya beberapa karya tersebut yang berani saya tunjukan ke orang lain. 

Minggu, 08 Maret 2015

Pengembangan Kreatifitas dan Keberbakatan

1.) Anak laki-laki menunjukan kreatifitas yang lebih besar daripada anak perempuan terutama setelah berlalunya masa anak-anak

=> Menurut diskusi yang kami bicarakan, kami berpendapat ya, anak laki-laki lebih kreatif dibandingkan anak perempuan,karena biasanya dalam sebuah peristiwa atau kondisi,tertentu misalnya dalam menghadapi sebuah permasalahan / dalam sebuah permainan, anak laki-laki mayoritas lebih aktif daripada perempuan. Walaupun beberapa anak perempuan ada yang kreatif tetapi lebih dominan anak laki-laki. Dalam menghadapi masalah yang mendesak biasanya perempuan lebih mudah panik daripada laki-laki sehingga anak laki-laki lebih cepat menemukan solusi untuk masalah tersebut.



2.) Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih kreatif daripada anak yang berasal daripada anak yang berasal dari sosial ekonomi yang lebih rendah

=> Menurut kami tidak juga anak-anak yang dari ekonomi yang tinggi cenderung lebih kreatiif dibanding anak dari ekonomi rendah., karena biasanya anak-anak yang berekonomi lebih tinggi sering kali membayar hasil / tugas yang langsung jadi ketimbang anak-anak yang berekonomi rendah. Sehingga menurut kami kreativitas seseorang lebih tinggi tidak dinilai dari ekonominya. Contohnya anak-anak yang tingkat ekonominya rendah justru memiliki tkreativitas yang tinggi karena mereka lebih sering bermain berbagai macam permainan yang beraneka ragam jadi anak-anak yang berekonomi rendah lebih cenderung banyak berfikir kreatif untuk menyelesaikan permainan-permainan tersebut. Sementara anak-anak yang berasal dari ekonomi lebih tinggi cenderung memainkan permainan yang hanya mengandalkan alat-alat canggih seperti smartphone, gadget dan lain-lain



3.) Anak dari berbagai urutan kelahiran menunjukan tingkat kreatifitas yang berbeda.

=>  Menurut kami ya, karena pada dasarnya setiap orang berbeda-beda. Nature dan Nuture berpengaruh pada pola pikir. Selain itu kondisi yang sedang dialami pun dapat mempengaruhi kreatifitas setiap individu sehingga tidak berpengaruh pada urutan kelahirannya. Contohnya di satu keluarga memiliki 2 orang anak, antara anak pertama dan anak keduannya mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Anak pertamanya cenderung kearah sini, sedangkan anak keduanya lebih berminat kearah sastra.