Minggu, 08 Maret 2015

Pengembangan Kreatifitas dan Keberbakatan

1.) Anak laki-laki menunjukan kreatifitas yang lebih besar daripada anak perempuan terutama setelah berlalunya masa anak-anak

=> Menurut diskusi yang kami bicarakan, kami berpendapat ya, anak laki-laki lebih kreatif dibandingkan anak perempuan,karena biasanya dalam sebuah peristiwa atau kondisi,tertentu misalnya dalam menghadapi sebuah permasalahan / dalam sebuah permainan, anak laki-laki mayoritas lebih aktif daripada perempuan. Walaupun beberapa anak perempuan ada yang kreatif tetapi lebih dominan anak laki-laki. Dalam menghadapi masalah yang mendesak biasanya perempuan lebih mudah panik daripada laki-laki sehingga anak laki-laki lebih cepat menemukan solusi untuk masalah tersebut.



2.) Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih kreatif daripada anak yang berasal daripada anak yang berasal dari sosial ekonomi yang lebih rendah

=> Menurut kami tidak juga anak-anak yang dari ekonomi yang tinggi cenderung lebih kreatiif dibanding anak dari ekonomi rendah., karena biasanya anak-anak yang berekonomi lebih tinggi sering kali membayar hasil / tugas yang langsung jadi ketimbang anak-anak yang berekonomi rendah. Sehingga menurut kami kreativitas seseorang lebih tinggi tidak dinilai dari ekonominya. Contohnya anak-anak yang tingkat ekonominya rendah justru memiliki tkreativitas yang tinggi karena mereka lebih sering bermain berbagai macam permainan yang beraneka ragam jadi anak-anak yang berekonomi rendah lebih cenderung banyak berfikir kreatif untuk menyelesaikan permainan-permainan tersebut. Sementara anak-anak yang berasal dari ekonomi lebih tinggi cenderung memainkan permainan yang hanya mengandalkan alat-alat canggih seperti smartphone, gadget dan lain-lain



3.) Anak dari berbagai urutan kelahiran menunjukan tingkat kreatifitas yang berbeda.

=>  Menurut kami ya, karena pada dasarnya setiap orang berbeda-beda. Nature dan Nuture berpengaruh pada pola pikir. Selain itu kondisi yang sedang dialami pun dapat mempengaruhi kreatifitas setiap individu sehingga tidak berpengaruh pada urutan kelahirannya. Contohnya di satu keluarga memiliki 2 orang anak, antara anak pertama dan anak keduannya mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Anak pertamanya cenderung kearah sini, sedangkan anak keduanya lebih berminat kearah sastra.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar