Senin, 04 Mei 2015

Kreativitas dan Keberbakatan


A. KEBERBAKATAN DAN KREATIVITAS
1. Jelaskan pengertian keberbakatan!
2. Jelaskan pengertian kreativitas!
3. Jelaskan hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas!

1. Keberbakatan adalah kemampuan intelektual (kecerdasan) alami yang meliputi seni, matematika, elektronika, olahraga, sastra, serta berbagai bidang lainnya yang tingkat kemampuannya jauh diatas rata-rata individu usianya.
2. Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru (inovasi) dan belum pernah ada sebelumnya, biasanya berupa objek, konsep atau teori, serta suatu bentuk atau susunan yang baru.
3. Hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas merupakan suatu yang erat kaitannya. Tentunya, keberbakatan dan kreativitas memiliki keluwesan (fleksibel) dan kelancaran dalam menciptakan suatu inovasi yang baru. Keberbakatan mencakup lebih dari satu bidang dengan tingkat kecerdasan yang tinggi sehingga keberbakatan dapat dengan mudah memunculkan kreativitas dalam menciptakan sebuah inovasi.

B. PEMBELAJARAN ANAK BERBAKAT
1. Sebutkan dan jelaskan cirri-ciri anak berbakat!
2. Jelaskan penerapan pembelajaran anak berbakat menurut teori Barbed an Renzulli!
3. Jelaskan mengenai kegunaan kurikulum berdiferesiensi, dan apa perbedaannya dengan kurikulum umum!

1. Adapun cirri-ciri anak berbakat sebagai berikut:
• Memiliki cirri khas yang berbeda dengan anak seusianya. Hal ini biasanya dapat terlihat saat anak  sedang bermain dengan teman seusianya. Si anak akan menunjukkan sifat berbeda dengan anak lain.
• Memiliki cara belajar berbeda. Anak seperti ini biasanya gemar mengeksplor berbagai hal di sekitarnya.
• Gaya bahasa lebih dewasa. Anak lebih cepat menyerap bahasa dari orang dewasa dengan menirukannya.
• Memiliki kosakata yang banyak. Anak memiliki kemampuan menyerap bahasa lebih cepat.
• Memiliki keterampilan lebih. Anak memiliki kemampuan dalam kehidupan sehari-hari yang lebih baik dari anak lain.
• Gemar mengoleksi benda-benda. Anak biasanya suka mengoleksi benda-benda kesukaannya dan merawatnya dengan baik.
• Gemar membaca. Anak gemar membaca akan mampu membedakan tulisan/gambar yang terbalik .
• Memiliki kemampuan logika. Anak dapat dengan mudah membandingkan 2 hal berbeda dan mengukur sesuatu.
• Memiliki daya ingat yang baik. Anak memiliki memori yang kuat sehingga dapat mengingat kejadian yang lama terjadi.
• Rasa ingin tahu tinggi. Anak cenderung lebih sering bertanya tentang hal-hal yang belum diketahuinya.
• Pandai bersosialisasi. Biasanya anak lebih tertarik bergaul dengan anak di atas usianya karena merasa tidak nyaman saat bermain dengan anak seusianya.
• Memiliki energi yang kuat. Anak selalu bersemangat dalam melakukan kegiatan.
2. Penerapan pembelajaran anak berbakat menurut Barbed an Renzulli
• High Potential Ability (Kecerdasan Tinggi)
Standar yang ditetapkan untuk anak berbakat adalah 140. Jika lebih dari 140 makah disebut gifted child.
Keberbakatan ringan (IQ 115-129)
Keberbakatan sedang (IQ 130-144)
Keberbakatan tinggi (IQ 145 ke atas)
• Task Commitment
Merupakan sejauh mana tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Task commitement hanya bisa diukur melalui test tertentu oleh psikolog. Mencakup tanggung jawab, motivasi, keuletan, kepercayaan diri, dan memiliki tujuan yang jelas.
• Kreativitas bisa diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru atau kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang sudah ada. Anak berbakat adalah anak yang memiliki kemampuan untuk menggabungkan dan mengembangkan segala yang sudah ada dan mengaplikasikan dalam tindakan yang bernilai.
• Anak yang memiliki bakat istimewa seringkali memiliki tahap perkembangan yang tidak serentak. Mereka dapat hidup dalam berbagai usia perkembangan.
• Perlu dipahami bahwa anak berbakat umumnya tidak hanya belajar lebih cepat, tetapi juga sering menggunakan cara berbeda dari teman seusianya.
3. Tujuan kurikulum terdiferensiasi adalah :
-     Materi (konten) yang di percepat atau yang lebih maju
- Pemahaman yang lebih majemuk dari generalisasi , asas, teori, dan struktur dari bidang materi
- Bekerja dengan konsepdan proses pemikiran yang abstrak
- Tingkat dan jenis sumber yang di guakan untuk memperoleh informasi dan keterampilan
- Waktu belajar untuk tugas rutin dapat di percepat, dan waktu untuk mendalamisuatu topik atau bidang dapat lebih lama
- Mencipta informasi dan/atau produk baru
- Memindahkan pembelajaran ke bidang bidang lain yang lebih menantang
- Pengembangan diri pertumbuhan pribadi dalam sikap, perasaan, dan apresiasi.
- Kemandirian dalam berfikir dan belajar.
Perbedaan kurikulum berdeferensiasi dengan kurikulum umum adalah kurikulum umum biasanya mencakup seluruh aspek serta metode pembelajaran yang tidak mengkhususkan pada suatu aspek atau metode pembelajaran, sedangkan kurikulum berdeferensiasi biasanya mengkhususkan pada suatu aspek atau metode pembelajaran tertentu sehingga hasil belajarnya biasanya lebih terlatih secara khusus dalam waktu yang singkat