Rabu, 11 Maret 2015

Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan 2

Pribadi

Menurut saya, keluarga, dan teman-teman dekat saya, kreativitas yang saya miliki berada dalam bidang seni dan bahasa, khusunya musik dan sastra. Memang jika dibandingkan dengan kreativitas lain, kreativitas tersebut agak ganjil dan kurang bermanfaat. Namun jika kita bisa mengeksploitasi diri kita lebih dalam, menggabungkannya dengan bakat dan kesempatan, bukan tak mungkin kreativitas dalam bidang apapun akan menjadi sangat berguna, termasuk dalam bidang seni dan bahasa.


Pendorong

Dulu ketika saya masih duduk di sekolah dasar, pernah suatu ketika saya meninggalkan mainan saya, membantingnya dan melupakannya karena ada mainan baru. Lalu suatu ketika ada suatu pertanyaan yang masuk ke dalam kepala saya. "Apakah mereka sama seperti ku? Dapatkah para mainan itu merasa sedih, senang, sakit dan lain-lain?". Sejak saat itu saya mulai memperhatikan mainan-mainan saya, yang berdebu, yang sudah tak punya tangan. Saya merasa, mereka pun pasti memiliki perasaan seperti saya. Sedih bila dibuang, senang bila digunakan dan lain-lain. Hanya saja mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Tidak seperti saya, kamu, dan semua manusia yang hidup di bumi. Sejak saat itulah saya mulai mendalami hal-hal yang berbau dengan perasaan. Saya kemudian mencarai suatu hal yang dapat dijadikan alat ekspresi diri, mengungkapkan apa yang kita rasakan. Lalu saya mengerti bahwa dalam seni dan bahasa bisa membantu kita mengekspresikan diri kita. Selain itu, yang semakin membuat kreativitas saya muncul adalah setelah saya mengetahui Grup band Queen dan Penyair ternama Chaerul Anwar. Setelah saya mengenal mereka, saya jadi terkagum-kagum pada mereka. Bagaimana mereka dapat menyampaikan perasaan mereka menggunakan kreativitas yang dipadukan dengan keindahan.


Proses

Pada awalnya, saya mencoba mencari lagu-lagu yang menurut saya enak didengar, puisi-puisi, cerpen, dan lain-lain. Setelah itu saya mencoba merasakan perasaan apa yang terkandung di dalamnya. Kemudian resapi. Hingga suatu saat muncul perasaan yang "pas", barulah saya tuangkan semua yang saya rasakan dalam tulisan kemudian merangkainya dengan kreativitas.


Produk

Hasil dari kreativitas saya tentu saja beberapa lagu, puisi, cerpen, dan cerbung. Ya meskipun hanya beberapa karya tersebut yang berani saya tunjukan ke orang lain. 

Minggu, 08 Maret 2015

Pengembangan Kreatifitas dan Keberbakatan

1.) Anak laki-laki menunjukan kreatifitas yang lebih besar daripada anak perempuan terutama setelah berlalunya masa anak-anak

=> Menurut diskusi yang kami bicarakan, kami berpendapat ya, anak laki-laki lebih kreatif dibandingkan anak perempuan,karena biasanya dalam sebuah peristiwa atau kondisi,tertentu misalnya dalam menghadapi sebuah permasalahan / dalam sebuah permainan, anak laki-laki mayoritas lebih aktif daripada perempuan. Walaupun beberapa anak perempuan ada yang kreatif tetapi lebih dominan anak laki-laki. Dalam menghadapi masalah yang mendesak biasanya perempuan lebih mudah panik daripada laki-laki sehingga anak laki-laki lebih cepat menemukan solusi untuk masalah tersebut.



2.) Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih kreatif daripada anak yang berasal daripada anak yang berasal dari sosial ekonomi yang lebih rendah

=> Menurut kami tidak juga anak-anak yang dari ekonomi yang tinggi cenderung lebih kreatiif dibanding anak dari ekonomi rendah., karena biasanya anak-anak yang berekonomi lebih tinggi sering kali membayar hasil / tugas yang langsung jadi ketimbang anak-anak yang berekonomi rendah. Sehingga menurut kami kreativitas seseorang lebih tinggi tidak dinilai dari ekonominya. Contohnya anak-anak yang tingkat ekonominya rendah justru memiliki tkreativitas yang tinggi karena mereka lebih sering bermain berbagai macam permainan yang beraneka ragam jadi anak-anak yang berekonomi rendah lebih cenderung banyak berfikir kreatif untuk menyelesaikan permainan-permainan tersebut. Sementara anak-anak yang berasal dari ekonomi lebih tinggi cenderung memainkan permainan yang hanya mengandalkan alat-alat canggih seperti smartphone, gadget dan lain-lain



3.) Anak dari berbagai urutan kelahiran menunjukan tingkat kreatifitas yang berbeda.

=>  Menurut kami ya, karena pada dasarnya setiap orang berbeda-beda. Nature dan Nuture berpengaruh pada pola pikir. Selain itu kondisi yang sedang dialami pun dapat mempengaruhi kreatifitas setiap individu sehingga tidak berpengaruh pada urutan kelahirannya. Contohnya di satu keluarga memiliki 2 orang anak, antara anak pertama dan anak keduannya mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Anak pertamanya cenderung kearah sini, sedangkan anak keduanya lebih berminat kearah sastra.