Pribadi
Menurut saya, keluarga, dan teman-teman dekat saya, kreativitas yang saya miliki berada dalam bidang seni dan bahasa, khusunya musik dan sastra. Memang jika dibandingkan dengan kreativitas lain, kreativitas tersebut agak ganjil dan kurang bermanfaat. Namun jika kita bisa mengeksploitasi diri kita lebih dalam, menggabungkannya dengan bakat dan kesempatan, bukan tak mungkin kreativitas dalam bidang apapun akan menjadi sangat berguna, termasuk dalam bidang seni dan bahasa.
Pendorong
Dulu ketika saya masih duduk di sekolah dasar, pernah suatu ketika saya meninggalkan mainan saya, membantingnya dan melupakannya karena ada mainan baru. Lalu suatu ketika ada suatu pertanyaan yang masuk ke dalam kepala saya. "Apakah mereka sama seperti ku? Dapatkah para mainan itu merasa sedih, senang, sakit dan lain-lain?". Sejak saat itu saya mulai memperhatikan mainan-mainan saya, yang berdebu, yang sudah tak punya tangan. Saya merasa, mereka pun pasti memiliki perasaan seperti saya. Sedih bila dibuang, senang bila digunakan dan lain-lain. Hanya saja mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Tidak seperti saya, kamu, dan semua manusia yang hidup di bumi. Sejak saat itulah saya mulai mendalami hal-hal yang berbau dengan perasaan. Saya kemudian mencarai suatu hal yang dapat dijadikan alat ekspresi diri, mengungkapkan apa yang kita rasakan. Lalu saya mengerti bahwa dalam seni dan bahasa bisa membantu kita mengekspresikan diri kita. Selain itu, yang semakin membuat kreativitas saya muncul adalah setelah saya mengetahui Grup band Queen dan Penyair ternama Chaerul Anwar. Setelah saya mengenal mereka, saya jadi terkagum-kagum pada mereka. Bagaimana mereka dapat menyampaikan perasaan mereka menggunakan kreativitas yang dipadukan dengan keindahan.
Proses
Pada awalnya, saya mencoba mencari lagu-lagu yang menurut saya enak didengar, puisi-puisi, cerpen, dan lain-lain. Setelah itu saya mencoba merasakan perasaan apa yang terkandung di dalamnya. Kemudian resapi. Hingga suatu saat muncul perasaan yang "pas", barulah saya tuangkan semua yang saya rasakan dalam tulisan kemudian merangkainya dengan kreativitas.
Produk
Hasil dari kreativitas saya tentu saja beberapa lagu, puisi, cerpen, dan cerbung. Ya meskipun hanya beberapa karya tersebut yang berani saya tunjukan ke orang lain.
Menurut saya, keluarga, dan teman-teman dekat saya, kreativitas yang saya miliki berada dalam bidang seni dan bahasa, khusunya musik dan sastra. Memang jika dibandingkan dengan kreativitas lain, kreativitas tersebut agak ganjil dan kurang bermanfaat. Namun jika kita bisa mengeksploitasi diri kita lebih dalam, menggabungkannya dengan bakat dan kesempatan, bukan tak mungkin kreativitas dalam bidang apapun akan menjadi sangat berguna, termasuk dalam bidang seni dan bahasa.
Pendorong
Dulu ketika saya masih duduk di sekolah dasar, pernah suatu ketika saya meninggalkan mainan saya, membantingnya dan melupakannya karena ada mainan baru. Lalu suatu ketika ada suatu pertanyaan yang masuk ke dalam kepala saya. "Apakah mereka sama seperti ku? Dapatkah para mainan itu merasa sedih, senang, sakit dan lain-lain?". Sejak saat itu saya mulai memperhatikan mainan-mainan saya, yang berdebu, yang sudah tak punya tangan. Saya merasa, mereka pun pasti memiliki perasaan seperti saya. Sedih bila dibuang, senang bila digunakan dan lain-lain. Hanya saja mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Tidak seperti saya, kamu, dan semua manusia yang hidup di bumi. Sejak saat itulah saya mulai mendalami hal-hal yang berbau dengan perasaan. Saya kemudian mencarai suatu hal yang dapat dijadikan alat ekspresi diri, mengungkapkan apa yang kita rasakan. Lalu saya mengerti bahwa dalam seni dan bahasa bisa membantu kita mengekspresikan diri kita. Selain itu, yang semakin membuat kreativitas saya muncul adalah setelah saya mengetahui Grup band Queen dan Penyair ternama Chaerul Anwar. Setelah saya mengenal mereka, saya jadi terkagum-kagum pada mereka. Bagaimana mereka dapat menyampaikan perasaan mereka menggunakan kreativitas yang dipadukan dengan keindahan.
Proses
Pada awalnya, saya mencoba mencari lagu-lagu yang menurut saya enak didengar, puisi-puisi, cerpen, dan lain-lain. Setelah itu saya mencoba merasakan perasaan apa yang terkandung di dalamnya. Kemudian resapi. Hingga suatu saat muncul perasaan yang "pas", barulah saya tuangkan semua yang saya rasakan dalam tulisan kemudian merangkainya dengan kreativitas.
Produk
Hasil dari kreativitas saya tentu saja beberapa lagu, puisi, cerpen, dan cerbung. Ya meskipun hanya beberapa karya tersebut yang berani saya tunjukan ke orang lain.