Nama Anggota:
Andhika Setya P. (11514030)
Devita Puspa C. (12514853)
Dian Septi (13514002)
Prakas Putra S. (18514473)
Pratiwi Isti A. (18514496)
Andhika Setya P. (11514030)
Devita Puspa C. (12514853)
Dian Septi (13514002)
Prakas Putra S. (18514473)
Pratiwi Isti A. (18514496)
Di suatu kerajaan ada seorang raja yang memiliki tiga orang putri. Putri
bungsunya bernama Psikhe. Psikhe ini sangat cantik sampai-sampai di daerahnya
orang-orang menjadi berhenti menyembah Afrodit dan mulai menyembah Psikhe
sebagai dewi kecantikan.
Meskipun Psikhe tidak menghendaki semua perhatian ini, tetap saja Afrodit
marah karena kecantikannya tersaingi. Afrodit lalu memanggil Cupid (Eros),
putranya. Afrodit menyuruh Cupid untuk membuat Psikhe jatuh cinta kepada lelaki
terjelek di dunia. Karena sudah terbiasa melakukan tugas seperti itu dari
ibunya, Cupid pun langsung saja terbang mencari Psikhe.
Tetapi ketika Cupid melihat Psikhe, dia malah terpesona sampai tidak
sengaja ia menusuk tangannya sendiri dengan anak panah cinta. Cupid pun jatuh
cinta kepada Psikhe dan tidak jadi melakukan perintah Afrodit.
Setelah beberapa lama, Afrodit yang terus memantau Psikhe menyadari adanya
suatu keganjilan, kenapa Psikhe belum juga jatuh cinta pada siapapun? Akhirnya
Afrodit langsung turun tangan. Ia mengutuk Psikhe sehingga tidak ada seorangpun
yang mau melamarnya.
Beberapa tahun berlalu, tidak ada seorang pun yang datang melamar Psikhe
sementara usianya sudah cukup untuk dia menikah. Orangtua Psikhe cemas dan
pergi ke orakel untuk meminta nasehat.
Cupid membuat Oracle berkata bahwa Psikhe tidak ditakdirkan untuk menikahi
seorang manusia, melainkan Psikhe harus menikah dengan suatu makhluk yang
tinggal di sebuah gunung.
Psikhe dan Orangtuanya bersedih, karena menyangka Psikhe ditakdirkan untuk
menikah dengan seekor monster. Setelah perdebatan yang cukup panjang, Psikhe
akhirnya berhasil meyakinkan orangtuanya untuk merelakan putri bungsu mereka
mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh takdir.
Psikhe meninggalkan tempat tinggalnya. Semua orang merasa sedih melepas
kepergian Psikhe, karena entah disebabkan oleh kecantikan fisiknya atau juga
kebaikan hatinya, Psikhe berhasil menjadi wanita yang dicintai oleh masyarakat
sekitarnya.
Psikhe berjalan menuju gunung yang dimaksud. Ia terus berjalan sambil
memberanikan diri. namun karena ia tidak kuat menahan rasa takutnya, ia
menitikkan air mata. Tiba-tiba datanglah Zefiros, dewa angin barat. Zefiros
lalu membawa Psikhe dari gunung itu menuju seuatu tempat.
Setelah diturunkan oleh Zefiros, Psikhe melihat sebuah hutan yang indah. Ia
pun berjalan menembusnya, hingga ia sampai ke sebuah tanah lapang yang
ditumbuhi rumput. Di tengah tanah lapang itu, terdapat sebuah rumah indah yang
nampak seperti istana.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang mengatakan bahwa tempat itu dibangun
untuk tempat tinggal Psikhe dan disana ada banyak pelayan yang tidak terlihat
untuk memenuhi kebutuhan Psikhe. Gadis cantik itu sangat gembira mendengarnya.
Di malam hari, tempat itu sangat gelap dan tidak ada cahaya sama sekali.
tiba-tiba Psikhe mendengar suara seorang laki-laki. Suara itu terdengar halus
dan ramah.
"Apa ini monster yang dibilang orakel?" pikir Psikhe ragu.
![]() |
| Cupid meninggalkan Psikhe setelah berhubungan seksual. |
Psikhe dan Cupid lalu menghabiskan setiap malam dengan berhubungan seksual bersama.
Namun Psikhe tidak bisa melihat wujud suaminya karena memang suasananya sangat
gelap gulita. Psikhe pun memohon agar suaminya menampakkan diri di siang hari.
Namun dengan sedih suaminya terus menolak dengan berkata, "Jika kau
melihat wujudku, maka saat itu juga kebahagiaan kita akan berakhir."
Lama-kelamaan Psikhe merindukan keluarganya, awalnya Cupid menolak tetapi
akhirnya mengizinkan saudari-saudari Psikhe datang ke istana mereka. Ketika
tahu keadaan Psikhe, saudari-saudarinya jadi iri. Mereka lalu berusaha membuat
Psikhe dan suaminya berpisah, dengan harapan sang suami tak dikenal nantinya
akan menikahi mereka.
Mereka memanas-manasi Psikhe. Menurut mereka, Psikhe harus tahu identitas
suaminya, karena bisa saja suaminya adalah monster, seorang monster tentu tidak
ingin wajahnya dilihat. Mereka juga menyuruh Psikhe membunuh suaminya itu jika
memang monster.
Malam itu, Psikhe benar-benar melakukan yang dikatakan oleh kakak-kakaknya.
Ia membawa sebuah lentera dan sebuah belati. Awalnya ia ragu, namun kata-kata
kakaknya terus terngiang dan ia pun menyalakan lentera.
Ketika cahaya lentera menyinari wajah suaminya, Ia langsung menyadari siapa
yang selama ini bersamanya. tidak lain adalah Cupid sang dewa cinta. Psikhe pun
makin mencintai Cupid. Namun karena kaget melihat Cupid, Psikhe tidak sengaja
menumpahkan minyak dari lenteranya ke badan Cupid.
Cupid merasa sakit sekaligus marah akibat perbuatan Psikhe itu. Cupid pun
langsung terbang begitu saja dan meninggalkan Psikhe, yang hanya bisa menangis
sendirian menyesali perbuatannya.
Lama Psikhe menunggu suaminya. namun Cupid tidak lagi datang. Psikhe pun
meninggalkan istananya dan menemui kakak-kakaknya. Psikhe menceritakan tentang
kepergian suaminya dan langsung pergi lagi menjelajahi Yunani mencari
keberadaan suaminya.
Setelah mendengar bahwa suami Psikhe adalah dewa dan kini telah
meninggalkan Psikhe, kakak-kakak Psikhe pun pergi ke bukit berbatu dan berharap
akan dibawa ke istana sang dewa. Zefiros memang datang membawa mereka tetapi
bukan ke istana melainkan ke jurang, dia lalu menjatuhkan mereka di sana sampai
mati.
Psikhe terus berjalan hingga ia memasuki Kuil Demeter. Di dalam kuil itu
terdapat banyak biji-bijian berceceran sehingga kuil itu nampak berantakan.
Sambil bersedih Psikhe mengumpulkan biji-bijian itu sehingga kuil itu tidak
lagi berantakan.
Demeter melihat apa yang dilakukan Psikhe. Sang dewi pun berbicara padanya,
"Kau pantas mendapatkan kebahagiaan wahai gadis cantik. Jika kau mencari
Cupid, maka sebaiknya kau menemui Ibunya, Afrodit sang dewi kecantikan, dan
berdoa memohon maaf."
Psikhe sangat senang mendapat perhatian dari Demeter, maka ia segera menuju
Kuil Afrodit. Di sana, Afrodit yang masih kesal dengan Psikhe menemuinya. Gadis
itu meminta maaf kepada Afrodit. Namun sang dewi berkata bahwa untuk menebus
dosanya, ia harus berhasil melakukan tugas-tugas yang akan Afrodit diberikan.
Psikhe pun setuju.
Sebagai tugas pertama, Afrodit telah menyiapkan setumpuk tinggi
biji-bijiann yang terdiri dari tiga jenis biji. Psikhe ditugaskan untuk
memisahkan ketiga biji-bijan itu ke dalam tumpukan yang berbeda sebelum malam
berakhir.
Dengan putus asa Psikhe melakukan tugas yang mustahil itu. Tapi tiba-tiba
datanglah sekoloni semut yang kemudian ikut membantu Psikhe. Dengan bantuan
semut-semut, tugas mustahil itu pun akhirnya berhasil ia selesaikan sebelum
pagi.
Afrodit yang melihat keberhasilan Psikhe menjadi sangat kesal. Tugas
berikutnya adalah Psikhe harus mengambil wol, dari domba-domba emas yang
merumput di pinggir sungai.
Ketika Psikhe menuju tempat tersebut, ia dihentikan oleh sekelompok minfa
yang memperingatkannya, "Wahai gadis cantik! kamu jangan mendekati domba
domba itu! mereka sangat ganas! yang perlu kamu lakukan hanyalah menunggu
hingga siang hari ketika matahari bersinar terik. Mereka akan berteduh di bawah
pohon itu."
Psikhe mengerti apa yang harus ia lakukan. ia berterima kasih kepada para
minfa dan pergi mengamati para domba emas.
Ketika domba-domba itu selesai berteduh. Wol emas mereka tersangkut di
batang pohon dan semak-semak tempat mereka berteduh. Psikhe pun tinggal
mengambil wol-wol itu dari sana.
Semakin Psikhe berhasil, semakin sulit pula tugas yang diberikan oleh
Afrodit. Psikhe harus mengambil air mematikan dari sungai Stix. Dia mengira
kali ini dia akan mati, namun tiba-tiba datang seekor elang kiriman Zeus yang
mengambilkan air itu untuknya.
Afrodit jadi makin kesal, dan untuk tugas terakhir Afrodit berkata,
"Karena kau, putraku Cupid menjadi nakal. Dia menjadi tidak penurut lagi.
Aku sampai stres memikirkannya, dan kecantikanku pun berkurang. Sekarang kamu
harus pergi ke dunia bawah, temui Persefone dan mintakan kepadanya sedikit
kecantikannya."
Psikhe bingung bagaimana memasuki dunia bawah dan kembali hidup-hidup.
Psikhe berpikir tak ada lagi yang bisa dia lakukan, dia pun naik ke menara dan
berniat bunuh diri. Tetapi begitu sampai di menara, bangunan tersebut malah
berbicara pada Psikhe dan memberitahunya cara melaksanakan tugasnya.
Setelah mendapat petunjuk, Psikhe akhirnya masuk ke dunia bawah. Ia mengikuti
jalan yang diberitahukan oleh sang menara. Psikhe Membayar Kharon satu koin
untuk mengantarnya menuju gerbang dunia bawah. Psikhe Melemparkan satu roti
pada Kerberos sehingga ketiga kepala mereka berebutan memakannya. ia juga
menolak berbagai permintaan yang diajukan oleh para arwah disana.
Ketika sampai di istana Hades, Psikhe melakukan tugasnya yaitu meminta
kotak kecantikan pada Persefone. Sesuai petunjuk yang dia dapat, Psikhe menolak
untuk duduk di kursi, dan dari semua makanan yang ada di atas meja, dia hanya
memakan roti.
Persefone mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Psikhe. Setelah
mendapat kotak itu, Psikhe keluar dengan hati-hati dari dunia bawah, dia
memberi lebih banyak kue pada Kerberos dan membayar lagi pada Kharon. Pada akhirnya
Psikhe berhasil sampai di dunia atas.
Namun sekali lagi Psikhe merasa penasaran. Dia ingin mendapatkan sedikit
kecantikan dari kotak yang dia bawa. Dia berpikir tentu nanti Cupid akan senang
kalau dia menjadi lebih cantik. Psikhe melupakan peringatan dari sang menara
dan membuka kotak itu. Begitu Psikhe membukanya, kutukan tidur langsung keluar
dari kotak itu dan membuat Psikhe tertidur abadi.
Sementara luka pada bahu Cupid telah sembuh dan Cupid sendiri telah
memaafkan Psikhe bahkan Cupid kini sangat merindukan istrinya itu.
![]() |
| Cupid menghampiri Psikhe, yang pingsan karena membuka kotak dari Persefone. |
Cupid mencari Psikhe dan menemukannya sedang tertidur dalam kutukan. Cupid
mengampulkan kutukan itu dan memasukannya lagi ke dalam kotak. Cupid lalu
menicum bibir Psikhe. Berkat ciuman dari seorang dewa, Psikhe akhirnya bisa
terbangun lagi, dan dia sangat bahagia melihat suaminya. Cupid lalu terbang ke
hadapan Zeus dan memohon supaya Psikhe dijadikan abadi. Zeus setuju dan
menyuruh Hermes membawa Psikhe ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psikhe
diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Kini Cupid dan Psikhe
bisa bersama dalam kebahagiaan.
Cupid and Psikhe menikah dan memiliki anak bernama Hedone
("kesenangan"). Afrodit sendiri telah memaafkan Psikhe bahkan dia
ikut menari dalam pesta pernikahan mereka.
Di atas segalanya kisah tersebut adalah symbol
bahwa apa yang ingin kita pahami mungkin tidak akan sepenuhnya tertangkap namun
ada satu hal yang tidak dapat dirampas dari diri kita: the human spirit.
Sesukar apapun Psyche tetap bertahan dalam pencariannya terhadap hal yang akan
melengkapkan jiwanya. Love and soul…had sought and, after some
trials,found each other, and that union could never be broken (Hamilton in
mythology, 1942)
Dalam Bahasa Yunani, kata "psyche"
selain bermakna "jiwa", juga berarti "kupu-kupu." Kupu-kupu
merupakan simbol alam dari transformasi dan perkembangan yang luar biasa,
sebagaimana ungkapan dalam Bahasa Inggris: "Just when the caterpillar
thought the world was over, it became a butterfly." Psike yang awal
mulanya hanya seorang manusia biasa mampu menjadi seorang dewi. Perubahan Psike
tersebut tidaklah mudah. Psike harus melalui berbagai cobaan yang diberikan
oleh dewi Afrodit (Venus). Semoga kita selaku
pegiat psikologi dapat mendukung para "caterpillar" untuk bersabar
menjalani metamorfosis, melalui berbagai masalah, tantangan dan pembelajaran,
sebelum akhirnya menjadi "butterfly" yang indah dan dapat terbang
mengangkasa.
https://id.wikibooks.org/wiki/Mitologi_Yunani/Kisah_Cinta/Cupid_dan_Psikhe



