Saya akan mencoba untuk meringkas sebuah jurnal yang dipilih
oleh kelompok saya untuk keperluan tugas.
Jurnal ini berjudul : Subjective
Well Being Mahasiswa yang Menggunakan Internet Secara Berlebihan.
Ditulis oleh Novrita Ade Putri dari Fakultas Psikologi
Universitas Surabaya
Jumlah
pengguna internet di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet di Indonesia, pada tahun 2005 terdapat 1,2
juta pengguna. 2006 meningkat hamper mencapai 2,4 juta. Dan pada 2011 Indonesia
menempati urutan ke-8 di dunia pengguna internet terbanyak dengan 39 juta
pengguna.Internet memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu dampak
negatifnya adalah Internet Addiction,
yaitu ketidak mampuan individu untuk mengontrol penggunaan internetnya yang
dapat mengganggu kehidupan individu tersebut. Individu dapat menggunakan
internet lebih dari 20 jam perminggu. Terdapat 2 faktor penyebab Internet Addiction. Faktor eksternal
yang meliputi lingkungan keluarga, sosial, dan budaya, dan faktor internal yang
meliputi kepribadian, control diri, minat, motif, pengetahuan, dan usia. Hasil
survey awal secara online pada mahasiswa semester 4 hingga 7 mengenai lamanya
penggunaan internet per harinya menunjukan hasil sebagai berikut:
|
Semester
|
1-2 jam
|
3-4 jam
|
5-6 jam
|
> 6 jam
|
|
4
|
50%
|
37,5%
|
12,5%
|
0%
|
|
5
|
29,41%
|
41,18%
|
23,53%
|
5,88%
|
|
6
|
23,53%
|
52,94%
|
17,65%
|
5,88%
|
|
7
|
5,88%
|
5,88%
|
64,7%
|
23,53%
|
Hasil survey awal juga menunjukan dampak positif dan negatif
penggunaan internet sebagai berikut:
|
Dampak Positif
|
Prosentase
|
Dampak Negatif
|
|
|
Untuk hiburan dan mengurrangi kesepian
|
3%
|
Mudah mengakses situs porno
|
1%
|
|
Bisnis
|
4%
|
Menjadi boros
|
4%
|
|
Memudahkan tugas kuliah atau pekerjaan
|
10%
|
Berdampak pada fisik (mata lelah, pusing, sering ngantuk, dan
lain-lain)
|
7%
|
|
Memudahkan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi
|
30%
|
Menjadi addict
|
17%
|
|
Memudahkan dalam mencari informasi
|
52%
|
Acuh terhadap lingkungan
|
26%
|
|
|
|
Menjadi lupa waktu sehingga tugas kuliah tidak dikerjakan
|
44%
|
Menurut Young (2005) dampak internet addiction adalah kehilangan
pekerjaan atau kesempatan dalam meraih karir atau pendidikan yang lebih baik,
kehilangan kesempatan berelasi dengan lingkungan, hubungan tak baik dengan
keluarga, dan menggunakan internet sebagai pelarian dari masalah. Apabila
dikaitkan dengan dampak tersebut, individu penderita internet addiction cenderung seringkali menunjukan emosi negative
seperti cemas, sedih, depresi dan lain-lain. Hasil penelitian Kraut et al
(1998) menunjukan bahwa individu yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk
menggunakan internet merupakan individu yang seringkali merasakan depresi dan
kesepian. Hasil penelitian Ceyhan dan Gurcan (2008) menunjukan bahwa yang
paling banyak mengalami internet
addiction adalah individu dewasa dan dampak penggunaan internet tersebut
berdampak pada psychological well being.
Kandell (1998) menyebutkan bahwa jika dibandingkan dengan kelompok usia lain, internet addiction adalah masalah
terbesar bagi mahasiswa. Salah satu faktor yang dapat menjelaskan mahasiswa
menggunakan internet secara berlebihan adalah dinamika psikologis dan
perkembangan mahasiswa itu sendiri yang sedang berada pada masa emerging adulthood. Ketika individu
berada pada masa ini, individu berada pada kondisi yang tidak stabil karena
banyak mengadopsi pengalaman dan pengetahuan dari lingkungannya, misalnya dalam
penggunaan internet yang hamper dilakukan oleh semua orang.
Metode Penelitian
Fokus
penelitian ini adalah subjective well
being mahasiswa yang menggunakan internet secara berlebihan. Subjective well being mahasiswa yang
menggunakan internet secara berlebihandalam penelitian ini adalah bagaimana
mahasiswa akan mengevaluasi kehidupannya, baik secara kognitif maupun afektif.
Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 7
Fakultas Psikologi Universitas Surabaya berusia 18-25 tahun, berjenis
kelamin laki-laki atau perempuan, pengguna internet berlebihan dengan lama
penggunann internet minimal 3 jam perhari, dan bersedia berpartisipasi dalam
penelitian ini. Instrumen pengambilan data dalam penelitian ini adalah angket.
Angket terbuka untuk mengetahui demografis subjek dan informasi lainnya, angket
tertutup yang digunakan adalah Satisfaction
with Life Scale dari Diener et al (1985), Positive and Negative Affect Scale dari Watson et al (1988), dan General Problematic Internet Use Scale dari
Caplan (2002). Data yang diperoleh diolah menggunakan visual binning pada program SPPS
for Windows Version 16. Kategori yang ditentukan peneliti berada pada
rentang 1 hingga 3, dimana 1 untuk kategroi rendah, 2 untuk kategori sedang,
dan 3 untuk kategori tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
yang menggunakan teknik analisis cluster,
yakni teknik analisis data yang mengelompokan objek ke dalam kelompok-kelompok
yang memiliki karasteristik yang sama (Hair et al, 1998).
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan
hasil analisis cluster, diperoleh
empat kelompok yang memiliki karesteristik yang sama pada tiap kelompoknya,
yakni :
- Kelompok Well Being Sangat Tinggi
- Kelompok Well Being Tinggi
- Kelompok Well Being Sedang
- Kelompok Well Being Rendah
Sebagian besar dari seluruh kelompok di atas menggunakan
internet untuk mempermudah mencari informasi terkait tugas kuliah. Mereka juga
menganggap bahwa pengunaan internetnya selama ini sesuai
dengankebutuhannya,yaitu sebagai media komunikasi, sarana jual beli, dan
lain-lain. Subjek pada seluruh kelompok tidak ada yang menunjukan keseriusan
atau keparahan pada simptom-simptom problematic
internet use, hal ini dibuktikan pada seluruh simptom, seluruh kelompok
berada pada kategori sedang dan rendah. Motif dari penggunaan internet terkait
dengan tuntunan akademis, level of
problematic internet use seluruh kelompok yang tergolong sedang, dan negative outcomes seluruh kelompok yang
tergolong rendah ini dapat menjelaskan bahwa pada seluruh kelompok tidak
menunjukan negative outcomes yang
terkait dengan kognisi, khususnya subjective
well being. Untuk menjelaskan subjective
well being pada masing-masing kelompok, dapat dilihat dengan mengacu pada
komponen dari subjective well being
yaitu life satisfaction, presence of frequent positive affect, dan
relative absence of negative affect.
Dibandingkan dengan kelompok lainnya, life satisfaction pada kelompok Well
Being Sangat Tinggi tergolong paling tinggi. Sama seperti kelompok Well
Being Sangat Tinggi, kelompok Well Being Tinggi jugamenunjukan life satisfaction yang tergolong tinggi.
Pada kelompok Well Being Sedang, life
satisfaction subjek tergolong sedang. Life
satisfaction pada kelompok Well Being Rendah juga tergolong
sedang, namun perbedaannya dengan kelompok lainnya, kelompok ini lebih sering
merasakan emosi negatif daripada emosi positif, hal ini dapat dilihat dari negative affect yang tinggi dan positive affect yang tergolong sedang.
Kesimpulan
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa subjective well being tidak berkaitan
dengan problematic internet use.
Kelompok Well Being Sangat Tinggi menunjukan positive affect yang tinggi dan negative
affect yang sedang. Kelompok Well Being Tinggi juga menunjukan positive affect yang tinggi, negative affect yang sedang, dan life satisfaction yang tinggi pula,
hanya saja skor life satisfaction nya
lebih rendah dari kelompok Well Being Sangat Tinggi. Kelompok Well
Being Sedang positive affect yang
tinggi, negative affect yang sedang,
dan life satisfaction yang sedang.
Kelompok Well Being Rendah memiliki positive
affect yang sedang, negative affect
yang tinggi, dan life satisfaction yang
sedang.
Pendapat saya :
Kekurangan
Kekurangan jurnal ini adalah dari segi bahas yang terkesan
terbelit-belit, tidak efektif. Dan juga penyajian table yang kurang rapi,
sehingga menyulitkan dalam membaca dan memahami isi table tersebut.
Kelebihan
Kelebihan paper ini adalah data yang ditampilkan sangat
rinci.
Jika saya akan melakukan penelitian yang sama, saya akan
lebih menjuruskan subjek penelitian saya dengan menambahkan gender(jenis
kelamin) khusus. Misal, hanya laki-laki saja, atau hanya perempuan saja. Atau
saya akan mengganti subjek penelitian menjadi karyawan kantor di sebuah daerah yang
berusia antara 23-27 tahun yang kerjanya membutuhkan internet dan di kantornya
tidak ada pembatasan atas situs-situs yang boleh dikunjungi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar