Rabu, 28 Mei 2014

Anything for You

... Terlihat jelas ketakutan di matanya. mata indah yang mampu merobek kesepianku itu kini memancarkan rasa takutnya...

Siang ini, saat kami sedang mendengarkan guru les kami menerangkan, bidadari yang duduk di sebelahku, atau lebih tepatnya yang selalu menemaniku, memiringkan kepalanya ke arah ku. Mulutnya yang indah terbuka, lalu alunan suara merdu keluar darinya.
"Kemarin, ada tetangga aku tau yang lihat kita. Dia langsung bilang 'hayo, tadi dianterin pacarnya ya?' Aku langsung jawab, bukan kok, temen doang. Terus dia bilang gini 'bilangin mamah ah.' Aku jawab aja, bilangin aja."
Aku tersenyum mendengar ceritanya itu. Aku memang sedikit senang mendengar hal itu, karena memang aku sudah sejak lama ingin sekali dikenal oleh orang tua bidadari ini. Tak lama ia melanjutkan ceritanya.
"Ntar kalo dia bilang beneran gimana? Ntar pasti ibu akau marahin aku lagi. Langsung nelpon dan marah-marah"
Saat ia mengatakan itu, pikiranku kembali menerawang jauh saat ia dimarahi karena ketahuan diboncengi oleh laki-laki. Ketakutan mulai muncul di matanya. Aku mencoba menenangkannya, namun tetap saja ketakutan itu tak kunjung hilang.
"Nanti pasti ibu marah-marah. Ruang aku malah tambah terbatas. Aku harus ngomong apa?"
Kucoba memberi masukan-masukan padanya, namun tetap tak berhasil menghilangkan ketakutannya
"Nanti pasti yang kena itu kuliah. Pasti aku gak dibolehin kuliah, meraka gak akan percaya ma aku"
Aku terdiam dengan kata-kata yang tersangkut di pita suaraku. 
"Aku harus bilang apa? Aku benar-benar merasa bersalh. Aku merasa aku telah menghancurkan impiannya. Tapi, apa gunanya seperti ini? Aku harus bisa menjelaskan ke orang tuanya. Ya, harus! Aku tak mau terus berada dalam nayangan. Aku mau aku diakui".
Lalu aku bertanya padanya, "bolehkah aku berbicara dengan orang tua mu?"
Ia menolaknya. Menurutnya ini belum saatnya. Aku pun tak tahu, baginya kapankah saat yang tepat itu?
Ya sudahlah tak apa, jika ia tetap mau menutupi keberadaanku, tak apa. Apapun kan kuterima asal dia bahagia. Apapun kan ku lakukan asal dia senang.
Bagiku, dialah hidupku. ya. Apapun itu, akan ku terima, asal ketakutanmu hilang, sayangku..

Apapun untukmu :)

Love you



Tidak ada komentar:

Posting Komentar